Hikayat Tanah Hindia merupakan buku yang menceritakan mengenai sejarah indonesia mulai zaman purbakala, zaman kerajaan Hindu, Kerajaan Islam, Kedatangan bangsa asing yang awalnya untuk berdagang sampai kemudian menjajah, dari bangsa portugis, spanyol, belanda, inggris.
dari segi bahasa memang agak susah kalau tidak terbiasa membaca karena masih menggunakan ejaan lama.
karena di karang oleh orang belanda maka sedikit banyak pasti menggunakan kacamata pandangan orang belanda, yang meskipun dibuat se objektif mungkin namun tetap tidak bisa menghilangkan rasa sedikit meremehkan terhadap bangsa indonesia, dari sekian perjuangan para raja, bangsawan dan pahlawan kita.
setidaknya buku ini bisa memberi gambaran mengenai keadaan bangsa indonesia waktu itu.
silahkan download buku di bawah.
DOWNLOAD
selamat datang
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 September 2012
Senin, 27 Agustus 2012
Ramalan Ronggowarsito
Masyarakat Jawa tidak akan
gampang melupakan sastrawan dan pujangga besar bernama Raden Ngabehi (R. Ng.)
Ronggowarsito. Tokoh yang hidup pada masa ke-emasan Keraton Surakarta tersebut adalah
pujangga besar yang telah meninggalkan ‘warisan tak terharga’ berupa puluhan serat
yang mempunyai nilai dan capaian estika menakjubkan. Ketekunannya pada sastra, budaya,
teologi serta ditunjang bakat, mendudukkan ia sebagai pujangga terakhir Keraton Surakarta.
R. Ng. Ronggowarsito terlahir
dengan nama kecil Bagus Burham pada tahun 1728 J atau 1802 M, putra dari RM. Ng.
Pajangsworo. Kakeknya, R.T. Sastronagoro yang pertama kali menemukan satu jiwa
yang teguh dan bakat yang besar di balik kenakalan Burham kecil yang memang terkenal
bengal. Sastronagoro kemudian mengambil inisiatif untuk mengirimnya nyantri ke
Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo asuhan Kyai Kasan Besari.
Senin, 18 Juni 2012
Sejarah Srengat
Srengat adalah sebuah kecamatan yang
masuk wilayah Kab. Blitar, berada pada jalur segi tiga Blitar, Tulungagung, dan
Kediri. Sebelum Kec.Wonodadi dijadikan kecamatan sendiri, desa-desa yang
menjadi wilayah administratif srengat sangatlah luas hingga ke desa Gandekan
yang posisinya berbatasan langsung dengan Kab. Tulungagung.
Sejak dulu daerah srengat sudah dikenal
dan menjadi daerah penting bagi perjalanan sejarah negeri ini, dibuktikan dengan adanya beberapa
peninggalan yang ada, diantaranya CANDI MELERI SRENGAT yang dikenal sebagai
tempat disemayamkan abu dari Ranggawuni, makam COKRO MANGGOLO YUDHO ( di gunung
pegat paling barat ) adalah salah satu senopati PANGERAN DIPONEGORO ( dalam
perang diponegoro tahun 1925-1930) dan Makam RADEN SOETEDJA adalah Wedana
pertama di Srengat yang ada di gunung pegat sebelah barat atas, maka jelas dan
nyata Srengat merupakan lintasan penting dalam sejarah.
Senin, 11 Juni 2012
The Flying Dutchman
Legenda The Flying Dutchman adalah kapal hantu
yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan”
selamanya. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini
berasal dari Belanda,
sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The
Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel
“The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke
cerita Belanda
“Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C.
Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard
Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington
Irving (1855).
Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada
abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard
Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi
lautan dari Belanda
ke pulau Jawa dengan
kecepatan luar biasa. Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai
kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Tanjung
Harapan tiba-tiba cuaca buruk, sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak
kapal meminta supaya pelayaran dihentikan . Tetapi sang kapten tidak mau, lalu
dia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai
untuk mencapai kota tujuanku, atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk
selamanya” Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan
alam. Dan terkutuklah selama-lamanya Sang Kapten bersama para anak kapalnya itu
menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya. Konon,
Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu
cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)


